MELACAK SEJARAH GALUH DARI SUKADANA oleh Cisay Perebu Wangi (Yaya Sunarya) Mahasiswa IAID Ciam i s, Aktif di Komunitas Tapakkaruhun Sukadana adalah salah satu kecamatan di Tatar Galuh Ciamis yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Rajadesa sebelah utara, Cipaku sebelah barat, Cijeungjing sebelah selatan, dan Cisaga sebelah timur. Daerah yang berjarak kurang lebih 20 km dari pusat kota Ciamis ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Alat tranfortasi umum dari dan ke Sukadana masih minim sekali, walaupun ada beberapa angkutan umum roda empat, tapi armadanya bisa dihitung dengan jari, oleh karena itu jangan heran jika calon penumpang harus berdiri berjam-jam untuk sekedar menunggu angkutan jika hendak ke Sukadana ini. Dan apabila menggunakan kendaran roda dua harus dipastikan kondisinya prima karena akan menempuh medan jalan yang naik turun, tapi perjuangan anda akan berubah menjadi kekaguman, sebab udara yang sejuk, bukit-bukit indah, persa...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tapak Karuhun XPDC Minggu 07 Desember 2014 Tatar Galuh Ciamis sebagai pusat kekuasaan Kerajaan Sunda Galuh yang sudah eksis sejak abad ke 7-8 dan wilayah kekuasaannya membentang dari timur ke barat, yang sekarang menjadi daerah jawa barat dan sebagian jawa tengah. maka pantaslah jika tatar galuh ciamis menyimpan segudang nilai sejarah yang melimpah. banyak sejarah, artepak, dan tokoh2 yang belum banyak diketahui oleh generasi modern kini. XPDC Sukadana pada hari ini, setidaknya membuka sedikit tabir yang tertutup dari wawacan sejarah galuh yang terlupakan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KAWALI PUSEUR TATAR GALUH CIAMIS (3) Ketika Batu Datar menjadi tujuan para pendaki GN. Sawal dan mencapai puncak popularitasnya sekitar tahun 1995, maka Guha Lalay ini pun aji mumpung ikut booming dan menjadi spot yang seksi bagi para pecinta alam. Terletak di salah satu tebing yang landai, guha ini terletak sebelah selatan batu datar. Menurut penuturan Abah Engkos (Penduduk Ds. Cipaku, pernah bermalam 3 hari di sisni) bahwa kedalaman guha ini bisa mencapai ratusan meter d i bawah tanah, hanya saja belum ada orang yang berani masuk kedalam, Hanya sebatas masuk beberapa meter saja dari bibir guha.karena penghuninya berupa ular yang banyak jumlahnya. Pada jaman pemberontakan DI/TII pimpinan Kiyai SM. Kartosuwiryo (1949-1962) , guha ini pernah dijadikan tempat persembunyian, dan menjadi pusat komando untuk DI/TII. Para komandan DI/TII yang dikenal masyarakat Bangbayang diantaranya adalah Gojim dan Tomo, mereka berdua berhasil dilumpuhkan ketika Operasi pagar betis TNI t...